Rekonstruksi Teologi Moderasi Beragama: Telaah Hermeneutis atas Narasi Perjumpaan Yesus dengan Perempuan Samaria dalam Yohanes 4:1-42
DOI:
https://doi.org/10.33991/epigraphe.v7i2.473Kata Kunci:
contextual theology; John 4; religious moderation; Samaritan woman; moderasi beragama; perempuan Samaria; teologi kontekstual; Yohanes 4Abstrak
This study aims to reconstruct a theology of religious moderation by exploring the narrative of Jesus' encounter with the Samaritan woman in John 4:1-42. The discourse of religious moderation in Indonesia is often dominated by sociological and political approaches, while its biblical foundation remains underdeveloped. Using a hermeneutical method with narrative criticism and socio-rhetorical analysis, this research finds that Jesus' encounter transcends ethnic, gender, and theological boundaries through hospitality, equal dialogue, and recognition of the other's dignity. The findings affirm that this narrative provides a theological basis for religious moderation rooted in respect for humanity and openness to differences. This reconstruction is relevant to Indonesia's pluralistic context.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan merekonstruksi teologi moderasi beragama dengan menggali narasi perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria dalam Yohanes 4:1-42. Wacana moderasi beragama di Indonesia kerap didominasi oleh pendekatan sosiologis dan politis, sementara fondasi biblikalnya belum tergali secara optimal. Melalui metode hermeneutis dengan pendekatan kritik naratif dan analisis sosio-retoris, penelitian ini menemukan bahwa perjumpaan Yesus menembus batas etnis, gender, dan teologis melalui hospitalitas, dialog setara, serta pengakuan martabat liyan. Hasil penelitian menegaskan bahwa narasi tersebut menyediakan dasar teologis bagi moderasi beragama yang berakar pada penghargaan terhadap kemanusiaan dan keterbukaan terhadap perbedaan. Rekonstruksi ini relevan dalam konteks kemajemukan di Indonesia
Referensi
Akhmadi, Agus, “Moderasi Beragama dalam Keragaman Indonesia: Religious Moderation in Indonesia’s Diversity.” Jurnal Diklat Keagamaan 13, no. 2 (2019): 45–55.
Bevans, Stephen B., Models of Contextual Theology. Rev. and expanded ed. Maryknoll, NY: Orbis Books, 2002.
Carson, D. A., The Gospel According to John. The Pillar New Testament Commentary. Grand Rapids, MI: William B. Eerdmans Publishing Company, 1991.
Kementerian Agama RI, Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2019.
Logo, Maria Magdalena Bire, “Mempertemukan Agama Lokal dan Kekristenan dalam Bingkai Kontekstualisasi dan Poskolonial.” Apostolos: Journal of Theology and Christian Education 2, no. 2 (2022): 102–117. https://doi.org/10.52960/a.v2i2.157.
Mamahit, Ferry Y., “Berteologi Secara Kontekstual-Injili: Sebuah Pertimbangan Parametris.” Dalam For Christ, For the Church, For the World, and For the God’s Glory: Kumpulan Tulisan Para Pendidik Teologi STT SAAT dalam Rangka Memperingati HUT STT SAAT ke-70, diedit oleh Thio Christian Sulistio, Chandra Wim, David Alinurdin, dan Ing Sian Lie, 149–170. Malang: LP2M STT SAAT, 2023.
Muhaemin, Enjang, and Irfan Sanusi, “Intoleransi Keagamaan dalam Framing Surat Kabar Kompas.” Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi 3, no. 1 (2019): 17–34. https://doi.org/10.15575/cjik.v3i1.5034.
Nashir, Haedar, “Moderasi Indonesia dan Keindonesiaan: Perspektif Sosiologi.” Pidato Guru Besar 2, no. 2 (2019): 1–84.
Pakasi, Edmon, “Pemahaman Pluralisme Agama dan Strategi Misi dalam Pertumbuhan Jemaat.” Jurnal Teologi Rahmat 9, no. 1 (2023): 51–57. https://doi.org/10.71055/jtr.v9i1.72.
Pardede, Rio Janto, Yatmini, and Manintiro Uling, “Pekabaran Injil dalam Konteks Multikultural: Belajar dari Pendekatan Yesus kepada Perempuan Samaria.” TE DEUM: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan 11, no. 2 (2022): 255–277. https://doi.org/10.51828/td.v11i2.201.
Pohl, Christine D., Making Room: Recovering Hospitality as a Christian Tradition. Grand Rapids, MI: William B. Eerdmans Publishing Company, 1999.
Sinaga, Andri Vincent, “Penggembalaan Spiral: Memaknai Perjumpaan Yesus dengan Perempuan Samaria (Yoh. 4:1–42) di Era Postmodern.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 7, no. 1 (2024): 122–143. https://doi.org/10.34081/fidei.v7i1.551.
Sirajuddin, ed., Literasi Moderasi Beragama di Indonesia. Bengkulu: CV. Zigie Utama, 2020.
Tembang, Setblon, “Mewujudkan Moderasi Beragama di Tengah Masyarakat Multikultural Berdasarkan Hospitalitas Kristen dalam Yohanes 4:1–30.” Melo: Jurnal Studi Agama-agama 3, no. 2 (2023): 107–127. https://doi.org/10.34307/mjsaa.v3i2.138.
Tiénou, Tite, and Paul G. Hiebert, “Missional Theology.” Missiology: An International Review 34, no. 2 (2006): 219–238. https://doi.org/10.1177/009182960603400208.
Veiga, Feliciano Henriques, “Escala de Disrupção Escolar Inferida pelos Professores (EDEI): Construção e Validação.” Revista Portuguesa de Pedagogia 29, no. 1 (1995): 99–118.
Witherington III, Ben, John’s Wisdom: A Commentary on the Fourth Gospel. 1st ed. Louisville, KY: Westminster John Knox Press, 1995.









