Mengembalikan Peran Keluarga sebagai Agen Pendidikan Iman di Masa COVID-19
DOI:
https://doi.org/10.33991/epigraphe.v7i2.325Keywords:
church empowerment; Christian Religious Education; COVID-19; faith education; family as faith agent; family spirituality; gereja pemberdaya keluarga; keluarga sebagai agen iman; COVID-19; pendidikan iman; Pendidikan Agama Kristen; spiritualitas keluargaAbstract
The COVID-19 pandemic has brought significant changes to family, church, and educational life, including Christian Religious Education (CRE). Social restrictions and the shift of activities into domestic spaces have restored the family’s central role in faith education. This article examines the importance of reestablishing the family as the primary agent of faith formation during the pandemic, using a qualitative-descriptive approach and a theological-pedagogical literature review. The findings show that the family is the first community in shaping children’s spirituality, although this role had often been delegated to churches and formal educational institutions before the pandemic. The pandemic created opportunities for parents to become more actively involved in nurturing faith through family worship, prayer, Bible reading, and daily life examples. Strengthening the family’s function not only supports children’s spiritual growth but also strengthens family relationships amid crises. Therefore, churches and Christian education institutions need to develop mentoring models that empower families as primary partners in faith education and Christian character formation.
Abstrak
Pandemi COVID-19 membawa perubahan besar dalam kehidupan keluarga, gereja, dan pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Kristen (PAK). Pembatasan sosial dan peralihan aktivitas ke ruang domestik menjadikan keluarga kembali berperan sentral dalam pendidikan iman. Artikel ini mengkaji pentingnya mengembalikan keluarga sebagai agen utama pendidikan iman di masa pandemi melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan studi literatur teologis-pedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga merupakan komunitas pertama dalam pembentukan spiritualitas anak, meskipun sebelumnya peran tersebut sering diserahkan kepada gereja dan sekolah. Pandemi membuka peluang bagi orang tua untuk lebih aktif membina iman melalui ibadah keluarga, doa bersama, pembacaan Alkitab, dan keteladanan hidup. Penguatan fungsi keluarga tidak hanya mendukung pertumbuhan spiritual anak, tetapi juga mempererat relasi keluarga di tengah krisis. Karena itu, gereja dan lembaga PAK perlu membangun model pendampingan yang memberdayakan keluarga sebagai mitra utama pendidikan iman dan pembentukan karakter Kristiani.
References
Agnesiana, Bredyna, et al. Wajah Pendidikan Agama Kristen di Masa Pandemi. Indramayu: Penerbit Adab, 2021.
Angin, Yakub Hendrawan Perangin, Tri Astuti Yeniretnowati, and Yonatan Alex Arifianto. “Peran Keluarga Kristen untuk Bertahan dan Bertumbuh dalam Menghadapi Tantangan di Era Disrupsi dan Pandemi COVID-19.” Jurnal Teologi Rahmat 6, no. 2 (2020): 128–141.
Arifianto, Yonatan Alex. “Pentingnya Pendidikan Kristen dalam Membangun Kerohanian Keluarga di Masa Pandemi COVID-19.” REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 5, no. 2 (2020): 94–106.
Krisnatuti, Diah, and Eka Wulida Latifah. “Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi, Stressor, dan Strategi Koping Lansia terhadap Stres Lansia Selama Pandemi COVID-19.” Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen 14, no. 3 (2021): 241–254.
Kristiyani, Titik. “Tekanan Psikologis Mahasiswa Saat Pembelajaran Jarak Jauh Selama Pandemi COVID-19.” SMART: Seminar on Architecture Research and Technology 5, no. 1 (2021): 121–131.
Marbun, Purim. “Optimalisasi Fungsi Rumah Sebagai Tempat Pembinaan Warga Gereja di Masa Pandemi COVID-19.” Diegesis: Jurnal Teologi Kharismatika 3, no. 1 (2020): 26–43.
Munawar, Zen, et al. “Pemanfaatan Teknologi Digital di Masa Pandemi COVID-19.” Tematik 8, no. 2 (2021): 160–175.
Nainggolan, Cathryne B., and Daniel Santoso Ma. “Fondasi Teologis untuk Pendidikan Karakter Berdasarkan ‘Pembenaran oleh Iman’ Martin Luther.” Jurnal Teologi Stulos 17, no. 1 (2019): 1–27.
Pazmiño, Robert W. Foundational Issues in Christian Education. 3rd ed. Grand Rapids: Baker Academic, 2008.
Rumahuru, Yance Z., et al. Transformasi Budaya Pembelajaran Era Kenormalan Baru Pasca COVID-19. Indramayu: Penerbit Adab, 2021.
Sidjabat, B. S. Strategi Pendidikan Kristen. Yogyakarta: ANDI, 1994.
Simamora, Nenny N. “Hakikat dan Tujuan Sekolah Kristen.” TE DEUM: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan (2021): 1–23.
Wangania, Judith, and Jammes Juneidy Takaliuang. “Harmonisasi Pola Asuh Orang Tua dengan Pengajaran Sekolah Minggu terhadap Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Berdasarkan Nilai-Nilai Spiritual di GKPB Jemaat Galang Ning Sabda Cica Bali.” Missio Ecclesiae 10, no. 1 (2021): 19–36.
Westerhoff, John H., III. Will Our Children Have Faith? Rev. ed. Harrisburg, PA: Morehouse, 2000.
Wijaya, Stefanus Adi, and Eliseba Rode. “Peran Orang Tua dalam Mewariskan Iman Kristen kepada Anak Generasi Z.” Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 5, no. 1 (2020): 35–50.
Yulida, Louisa Sharon Ghea. Persepsi Keluarga Kristiani terhadap Penggunaan Gadget bagi Keharmonisan Keluarga. Diss., STKIP Widya Yuwana, 2021.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








