Dari Areopagus ke Nusantara: Teologi Apologetik Paulus dalam Merumuskan Moderasi Beragama di Indonesia

Authors

  • Yusak Sigit Prabowo Sekolah Tinggi Teologi Torsina
  • Asih Rachmani Endang Sumiwi Sekolah Tinggi Teologi Torsina
  • Joseph Christ Santo Sekolah Tinggi Teologi Torsina

DOI:

https://doi.org/10.33991/miktab.v4i1.566

Abstract

Artikel ini mengkaji relevansi teologi apologetik Paulus dalam merumuskan konsep moderasi beragama di Indonesia yang multikultural dan plural. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tantangan narasi keagamaan ekstremis yang kerap mengancam kohesi sosial dan kerukunan antar umat beragama di Nusantara. Sementara wacana moderasi beragama telah menjadi agenda nasional, landasan teologis yang kuat dan terintegrasi sering kali kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu, artikel ini menawarkan sebuah pendekatan teologis yang berakar pada orasi Paulus di Areopagus (Kis. 17:16-34) sebagai kerangka kerja untuk memperkaya dan memperkuat diskursus moderasi beragama. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan analisis eksegetis terhadap orasi Paulus yang secara tradisional dipahami sebagai model misiologi atau apologetika, untuk kemudian diterapkan secara spesifik dalam konteks tantangan pluralisme kontemporer di Indonesia. Paulus tidak hanya mengkritik kekosongan spiritualisme Helenistik, tetapi ia juga menunjukkan sikap hormat terhadap keyakinan lokal – bahkan menggunakan altar "kepada Allah yang tidak dikenal" sebagai titik tolak untuk memperkenalkan Injil. Sikap ini merefleksikan sebuah model apologetika yang tidak konfrontatif, melainkan dialogis dan enkulturatif. Pendekatan ini merupakan antitesis terhadap narasi apologetika yang bersifat eksklusif dan cenderung menyalahkan tradisi keagamaan lain. Oleh karena itu, artikel ini berargumen bahwa prinsip-prinsip teologis Paulus ini – pengakuan terhadap kebaikan partikular dalam tradisi lain, pengalihan fokus dari perdebatan identitas keagamaan ke esensi spiritual, dan penggunaan bahasa yang empatik – adalah landasan teologis yang solid bagi moderasi beragama. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis prinsip-prinsip teologis dari orasi Paulus di Areopagus, kemudian mengkontekstualisasikannya menjadi seperangkat etika teologis untuk praktik moderasi beragama di Indonesia. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa moderasi beragama bukan sekadar kompromi sosiologis atau politik, melainkan juga memiliki legitimasi teologis yang kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi teologis-biblika dengan pendekatan analisis naratif dan eksegetis terhadap teks Kisah Para Rasul 17:16-34. Hasil analisis ini kemudian dipadukan dengan analisis kontekstual terhadap isu-isu pluralisme dan moderasi beragama di Indonesia. Pendekatan interdisipliner ini memungkinkan penulis untuk menjembatani jurang antara teks suci dan realitas sosial, menghasilkan sebuah sintesis yang relevan dan praktis. Sebagai kesimpulan akhir, artikel ini menemukan bahwa teologi apologetik Paulus di Areopagus menyediakan blueprint bagi umat beragama di Indonesia untuk terlibat secara konstruktif dengan “yang lain.” Moderasi beragama, dalam perspektif ini, adalah ekspresi ketaatan yang mempromosikan kebenaran universal sambil tetap menghargai manifestasi iman dalam beragam bentuk. Dengan mengadopsi model Paulus, umat beragama dapat menjadi agen dialog dan perdamaian, bukan lagi agen konflik, dengan cara yang tetap setia pada ajaran iman mereka.

References

Adheline Novita Swandini. “Kajian Teologis Tentang Moderasi Beragama dalam Pandangan Paulus.” Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik Vol.2, no. 2 (n.d.): Hal 11-22.

Alland, Nestle -. Novum Testamentum Graece. Diedit oleh Institute for Newtestament Textual Research. 28 ed. Stuttgart: Deutshe Bibel Gesellschaft, 2012.

Byantoro. Satu Allah yang berkeadaan Tritunggal, Dua Sifat Allah. Yayasan Dharma Tuhu, 2020.

James D.G. Dunn. Word Biblical Commentary: Romans 1-8, 38 A. Dallas: Thomas Nelson, 1988.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 6 ed. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. https://kbbi.kemdikbud.go.id/.

Morris, Leon. Teologi Perjanjian Baru. Malang: Gandum Mas, 1996.

Orna Nengsi Dagi. “God As Mistery: Konsep Allah Transenden Dan Imanen Menurut Kallistos Ware.” Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) 4, no. 1 (2022): 122–30.

Samarenna, Desti. “Berteologi Dalam Konteks Indonesia Modern.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 1, no. 1 (2017): 19. https://doi.org/10.46445/ejti.v1i1.53.

Santo, Joseph Christ. “Strategi Menulis Jurnal Ilmiah Teologi Hasil Eksegesis.” In Strategi Menulis Jurnal untuk Ilmu Teologi, diedit oleh Sonny Eli Zaluchu, 121–39. Semarang: Golden Gate Publishing, 2020.

Susanto, Hasan. Hermeneutik Prinsip Dan Metode Penafsiran Alkitab, 2011.

Zaluchu, Sonny Eli. “Strategi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4, no. 1 (2020): 28–38. https://doi.org/10.46445/ejti.v4i1.167.

Downloads

Published

30-06-2024

Issue

Section

Articles