Integrasi Kepemimpinan Soekarno dan Musa sebagai Warisan Kepemimpinan Kontekstual di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.33991/epigraphe.v9i1.505Keywords:
contextual leadership; leadership legacy; Moses leadership; Soekarno leadership; warisan kepemimpinan; kepemimpinan kontekstual; kepemimpinan Soekarno; kepemimpinan MusaAbstract
Abstract: This research aims to explore the leadership legacies of Soekarno as the leader of Indonesia and Moses as the leader of Israel in the Bible in order to formulate a leadership model that fits the Indonesian context. State leaders play an important role in making decisions that impact people's lives, but the selection of leaders often triggers conflicts that can disrupt social stability and unity. As a Christian Indonesian citizen, there is an opportunity to combine national and spiritual leadership values that are often seen as conflicting. This research applies a literature study by analyzing information from relevant journals, books, and other sources on the two main variables, namely the leadership of Soekarno and Moses. Using the comparative method, the research found similarities, differences, and potential combinations of the two leadership models. The analysis shows that both Soekarno and Musa had a clear vision, the ability to mobilize the masses, and the courage to face big challenges. The interaction between the two resulted in a leadership model that brings together the values of spirituality and nationalism, which is very relevant for the diverse and religious context of Indonesia. This research concludes that the merging of Soekarno and Musa's leadership values can enrich thinking about contextual leadership that emphasizes justice, democracy, and a balance between spiritual and national aspects. This model is expected to be a relevant legacy for creating strong and inclusive leadership in Indonesia.
Keywords: Leadership Legacy; Contextual Leadership; Soekarno and Moses; Comparative Studies; Indonesia
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi warisan kepemimpinan Soekarno sebagai pemimpin Indonesia dan Musa sebagai pemimpin Israel dalam Alkitab, guna merumuskan model kepemimpinan yang sesuai dengan konteks Indonesia. Pemimpin negara memiliki peran penting dalam membuat keputusan yang berdampak pada kehidupan masyarakat, tetapi pemilihan pemimpin seringkali memicu konflik yang dapat mengganggu stabilitas sosial dan persatuan. Sebagai warga negara Indonesia yang beragama Kristen, terdapat kesempatan untuk menggabungkan nilai-nilai kepemimpinan nasional dan spiritual yang seringkali dianggap saling bertentangan. Penelitian ini menerapkan studi literatur dengan menganalisis informasi dari jurnal, buku, dan sumber lain yang relevan mengenai dua variabel utama, yaitu kepemimpinan Soekarno dan Musa. Dengan menggunakan metode komparatif, penelitian ini menemukan kesamaan, perbedaan, serta potensi penggabungan dari kedua model kepemimpinan tersebut. Analisis menunjukkan bahwa baik Soekarno maupun Musa mempunyai visi yang jelas, kemampuan untuk menggerakkan massa, dan keberanian dalam menghadapi tantangan besar. Interaksi di antara keduanya menghasilkan model kepemimpinan yang mempertemukan nilai-nilai spiritualitas dan nasionalisme, yang sangat relevan untuk konteks Indonesia yang beragam dan religius. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan nilai-nilai kepemimpinan Soekarno dan Musa dapat memperkaya pemikiran tentang kepemimpinan kontekstual yang menekankan pada keadilan, demokrasi, dan keseimbangan antara aspek spiritual dan kebangsaan. Model ini diharapkan menjadi warisan yang relevan untuk menciptakan kepemimpinan yang kuat dan inklusif di Indonesia.
Kata Kunci: Warisan Kepemimpinan; Kepemimpinan Kontekstual; Soekarno dan Musa; Studi Komparatif; Indonesia
References
Adejuwon, Ezekiel Adekunle, ‘Christian Ethical Expectations in Leadership’, International Journal of Culture and Religious Studies, 4.2 (2023), 39–51 <https://doi.org/10.47941/ijcrs.1349>
Angelina, Claudia, Monica Santosa, and others, ‘Karakter Gembala Sebagai Pemimpin Jemaat Dalam Membangun Spiritualitas Jemaat Pada Kristus Berdasarkan Surat 1 Timotius 3: 1-7’, KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen Dan Pemberdayaan Jemaat, 3.2 (2022), 87–101
Arifianto, Yonatan Alex, ‘Gembala Dan Keteladanannya: Menepis Kritikan Isu Degradasi Moral Pemimpin Kristen’, EUANGGELION: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 4.1 (2023), 50–61
———, ‘Mereduksi Banalitas Moral Dan Karakter Pemimpin Kristen: Studi Kepemimpinan Ahab Dalam 1 Raja-Raja 21’, DIDASKO: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 3.2 (2023), 96–106 <https://doi.org/10.52879/didasko.v3i2.94>
Arisma, Yefta, Josanti, and Rita Evimalinda, Nilai - Nilai Integritas Seorang Pemimpin Kristen, Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 2019, IV <https://www.researchgate.net/publication/343205846_>
Baskoro, Paulus Kunto, ‘Tinjuan Teologi Kepemimpinan Berhati Hamba Menurut Filipi 2:1-11 Bagi Pembentukan Karakter Jemaat’, EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, 2.2 (2021), 143–57 <https://doi.org/10.47530/edulead.v2i2.68>
Krikhoff, Rudy Arianto, ‘Refleksi Moral Dan Implikasi Etis Dari LGBT, Aborsi, Dan Euthanasia Dalam Konteks Modern’, Journal of Religious and Socio-Cultural, 5.2 (2024), 133–48 <https://doi.org/10.46362/jrsc.v5i2.268>
Maahury, Simon Moshe, ‘Kepemimpinan Futuristik Dalam Terang Nilai Kekristenan’, LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial Dan Budaya, 6.1 (2023), 26–36 <https://doi.org/10.53827/lz.v6i1.115>
Marlianti Hasibuan, Djone Georges Nicolas, Wernye Rahmat Wati Lawolo, Arthur fredryk Sahetapy, and Yulianti Fransiska, ‘Analysis of Spiritual Renewal in Christian Life According to 1 Peter 2:1-4’, Formosa Journal of Sustainable Research, 1.6 (2022), 885–92 <https://doi.org/10.55927/fjsr.v1i6.1752>
Ming, David, Mozes Lawalata, Novita loma Sahertian, Sri Dwi Harti, and Agus Sanjaya, ‘The Challenge of Living in Integrity as Christian Leaders: A Case Study of Indonesia’, E-Journal of Humanities, Arts and Social Sciences, 2023, 252–61 <https://doi.org/10.38159/ehass.2023476>
Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim, and Carolina Etnasari Anjaya, ‘Kesetiaan Kristus Sebagai Model Spiritualitas Kepemimpinan Jemaat: Kajian Teologis 2 Tesalonika 3: 1-7’, EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 6.2 (2022), 173–81
Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim, and Yonatan Alex Arifianto, ‘Memetakan Tantangan Kepemimpinan Kristen Dalam Pembacaan Reflektif 2 Timotius 2:15-16’, Jurnal Teruna Bhakti, 6.1 (2023), 59–69 <https://doi.org/10.47131/jtb.v6i1.192>
Pardede, Zulkisar, ‘Rancang Bangun Teologi “Kekudusan” Tentang Hamba Tuhan Sebagai Pemimpin Kristen Menurut Kitab Yosua’, KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta, 2019 <https://doi.org/10.47167/kharis.v1i2.20>
Pigai, Ferry, ‘Analisis Ciri Kepemimpinan Hamba Serta Relevansinya Pada Masa Kini Berdasarkan Injil Matius 20:26-28’, Jurnal Jaffray, 11.1 (2013), 176 <https://doi.org/10.25278/jj71.v11i1.76>
Pradita, Yola, ‘Memaknai Kisah Daud Dan Batsyeba Melalui Kritik Naratif Dalam Teks 2 Samuel 11:1-27’, Danum Pambelum: Jurnal Teologi Dan Musik Gereja, 1.1 (2021), 37–55 <https://doi.org/10.54170/dp.v1i1.38>
Rantesalu, Marsi Bombongan, ‘Karakter Kejujuran Dalam Gereja Masa Kini’, Jurnal Ilmu Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 1.1 (2020), 43–55
Rini, Wahju Astjarjo, Yonatan Alex Arifianto, and Carolina Etnasari Anjaya, ‘Membangun Pemimpin Kristen Berintegritas: Menerapkan Nilai Dan Moralitas Alkitab Untuk Menghindari Banalitas Dalam Kepemimpinan’, EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, 5.1 (2024), 73–82
Rondonuwu, Fery, Tjutjun Setiawan, and Yonas Pasiran Ady Prayitno, ‘Integritas Pemimpin Kristiani Dalam Perwujudan Karakter Diri’, Sabda: Jurnal Teologi Kristen, 5.1 (2024), 100–112 <https://doi.org/10.55097/sabda.v5i1.105>
Saingo, Yakobus Adi, ‘Era Disrupsi Teknologi Dan Sikap Pemimpin Kristen’, KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen Dan Pemberdayaan Jemaat, 4.2 (2023), 76–94
Siahaan, Paimin, Muner Daliman, Hana Suparti, and Paulus Sentot Purwoko, ‘Christian Leaders Competences Based on 1 Timothy 3:1-13’, Pharos Journal of Theology, 103.2 (2022) <https://doi.org/10.46222/pharosjot.103.0227>
Sugiyarto, Eko, and Carolina Etnasari Anjaya, ‘Banalitas Spiritual Pemimpin Kristiani Dalam Kajian Teologis Maleakhi 1: 6-14; 2: 1-9’, JURNAL TERUNA BHAKTI, 5.2 (2022), 274–86
Suhadi, Suhadi, and Yonatan Alex Arifianto, ‘Pemimpin Kristen Sebagai Agen Perubahan Di Era Milenial’, EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, 1.2 (2020), 129–47 <https://doi.org/10.47530/edulead.v1i2.32>
Swantina, Maria Magdalena, and Nicolien Meggy Sumakul, ‘Implementasi Etika Kristen Sebagai Tanggung Jawab Moral Hamba Tuhan Dalam Pelayanan Dan Kehidupan Sosial’, KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta, 5.2 (2023), 212–28 <https://doi.org/10.47167/kharis.v5i2.208>
Yeniretnowati, Tri Astuti, and Yakub Hendrawan Perangin Angin, ‘Implikasi Dari Kepemimpinan Yang Berintegritas Bagi Pendidikan Pemimpin Kristen’, Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen), 4.2 (2022), 45–58
Zega, Yunardi Kristian, Hermina Sulistiawati, Otieli Harefa, and Hendrik Bernadus Tetelepta, ‘Mentransformasi Generasi Kepemimpinan Kristen Berlandaskan Teori Perkembangan Iman Karya James W. Fowler’, Jurnal Shanan, 2023 <https://doi.org/10.33541/shanan.v7i1.4671>
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








