Resistensi Urang Banten terhadap Agama Kristen: Sebuah Kajian Teologi Kontekstual

Authors

  • Onnie Lumintang STT Bethel Indonesia Jakarta
  • Grace Yunita Apulina Bangun STT Bethel Indonesia Jakarta
  • Nasran Andreas STT Bethel Indonesia Jakarta
  • William Nico Saptono STT Bethel Indonesia Jakarta

Keywords:

Christian resistance; Christianizing stigma; contextual theology; Sundanese; Bantenese; resistensi Kristen; stigma kristenisasi; suku Sunda; urang Banten; teologi kontekstual

Abstract

The Urang Banten, a Sundanese ethnic group residing in Banten Province, demonstrate significantly greater resistance to Christianity than Sundanese communities in other provinces. This is evidenced by the considerable difficulties in obtaining permits for church construction in Banten Province. This study aims to identify the factors contributing to the Urang Banten's resistance to Christianity. The research employs a literature review methodology examining the history, beliefs, culture, and characteristics of the Urang Banten. Through the research findings, the author postulates that the factors causing Urang Banten's resistance to Christianity are: (1) ancestral cultural and belief systems intertwined with Islamic religious practices that strictly implement sharia law; and (2) the issue of "historical wounds" deeply embedded in Bantenese society regarding Christianity, which bears the stigma of being the colonizers' religion. It is hoped that through this understanding, a contextual theology specific to the Urang Banten can be developed, enabling the Gospel to be received in the Banten region.

 

Abstrak

Urang Banten, yaitu Suku Sunda yang berdomisili di Provinsi Banten, jauh lebih resisten terhadap agama Kristen dibandingkan Suku Sunda di provinsi lainnya. Hal ini terbukti dari sulitnya mendapat izin pembangunan gereja di Provinsi Banten. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan hal-hal apa yang menyebabkan adanya resistensi Urang Banten terhadap agama Kristen. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur terhadap sejarah, kepercayaan, budaya dan karakter Urang Banten. Melalui hasil penelitian, penulis memperkirakan bahwa hal-hal yang menyebabkan resistensi Urang Banten terhadap agama Kristen adalah: (1) masalah budaya/ kepercayaan nenek moyang yang dibungkus dengan agama Islam yang menerapkan hukum syariah secara ketat; dan (2) masalah “luka sejarah” yang membekas dalam masyarakat Banten perihal agama Kristen yang mendapat stigma sebagai agama kaum penjajah. Diharapkan, melalui pengetahuan tersebut dapat dibangun sebuah Teologi Kontekstual khusus Urang Banten sehingga Injil dapat diterima di Tanah Banten.

 

 

References

Aan Hasanah, "Pengembangan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal pada masyarakat minoritas (Studi atas kearifan lokal masyarakat adat suku Baduy Banten)," dalam Analisis: Jurnal Studi Keislaman, Vol. 12 No.1 (2012): 209-228.

Adams, Daniel J. Teologi Lintas Budaya. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

Ali Thaufan Dwi Saputra, "Menyelisik Kepercayaan Masyarakat Sunda Wiwitan Badui Dalam di Kanekes Lebak Banten," dalam Ushuluna, Vol.3 No.2 (2017): 123-138.

Ali, Mufti. Misionarisme di Banten. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2021.

Andayani, Ria. "Sistem Religi Pada Masyarakat Kasepuhan Cicarucub Provinsi Banten," dalam Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, Vol. 1 No.1 (2009): 64-75.

Arifin, Faizal. "Hegemoni Kolonialisme Terhadap Kekuasaan di Nusantara: Strategi Politik Daendels Meruntuhkan Kesultanan Banten Tahun 1808-1811," dalam Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, Vol. 11 No.1 (2021): 1-18.

Aritonang, Jan S. Teologi-Teologi Kontemporer, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2018).

Ayatullah Humaeni, "Kepercayaan Kepada Kekuatan Gaib dalam Mantra Masyarakat Muslim Banten," dalam El-Harakah, Vol. 16 No.1 (2014): 51-80.

Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang (BP-3 Serang), Ragam Pusaka Budaya Banten. Serang: Dinas Pendidikan Provinsi Banten, 2007.

Biro Umum Provinsi Banten, https://biroumum.bantenprov.go.id/terbentuknya-provinsi-Banten#:~:text=Banten%20resmi%20menjadi%20sebuah%20provinsi,dari%20wilayah%20Provinsi%20Jawa%20Barat (diakses 10 Januari 2023).

BPS, https://banten.bps.go.id/indicator/12/46/1/penduduk-menurut-jenis-kelamin-dan-kabupaten-kota-di-provinsi-banten.html (diakses 10 Januari 2023).

BPS, Sensus Penduduk 2010: Kewarganegaraan Suku Bangsa Agama dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia, ttps://www.bps.go.id/publication/2012/05/23/55eca38b7fe0830834605b35/kewarganegaraan-suku-bangsa-agama-dan-bahasa-sehari-hari-penduduk-indonesia.html (diakses 10 Januari 2023).

Direktorat Jendral Kependudukan dan Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri, "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2021" dalam Informasi Peta Kependudukan Dukcapil, https://gis.dukcapil.kemendagri.go.id/peta/ (diakses 10 Januari 2023).

Ekadjati, Edi S. Kebudayaan Sunda Suatu Pendekatan Sejarah, Jilid I. Jakarta: Pustaka Jaya, 1995.

Fauzi, Rizal, Minhatul Ma'arif, dan Idris Supriadi. "Revitalisasi Bahasa Sunda Banten Melalui" Komunitas Aing" Sebagai Upaya Pelestarian Kebudayaan di Banten," dalam Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia, Vol. 5 No. 2 (2020): 153-160.

Guillot, Claude. Banten-Sejarah dan Peradaban Abad X-XVII. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2008.

Halmahera, Mega, et al. "Local Wisdom Pikukuh Sapuluh Suku Baduy Dalam Konservasi Lingkungan Budaya Desa Kanekes," dalam Geo Image (Spatial-Ecological-Regional), Vol.8 No.1 (2019): 80-88.

Hesselgrave, David J. dan Edward Rommen, Kontekstualisasi: Makna, Metode dan Model. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1995.

Humaeni, Ayatullah. "Ritual, kepercayaan lokal dan identitas budaya masyarakat Ciomas Banten," dalam El Harakah, Vol.17 No.2 (2015); 157-181.

Humaeni, Ayatullah. Akulturasi Islam dan Budaya Lokal dalam Magi Banten. Jakarta: GP Press, 2014.

Indrawardana, Ira. "Berketuhanan dalam perspektif kepercayaan sunda wiwitan," dalam Melintas, Vol.30 No.1 (2014): 105-118.

Irfani, Fahmi. Jawara Banten: sebuah kajian sosial, politik dan budaya. Jakarta: YPM Press, 2011.

Iskandar, Johan dan Budiawati S. Iskandar, "Local knowledge of the Baduy Community of South Banten (Indonesia) on the traditional landscapes," dalam Biodiversitas Journal of Biological Diversity, Vol.18 No.3 (2017): 928-938.

Kartodirdjo, Sartono. Pemberontakan petani Banten, 1888: kondisi, jalan peristiwa, dan kelanjutannya: sebuah studi kasus mengenai gerakan sosial di Indonesia. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya, 1984.

Lombart, Denys. "Nusa Jawa: Silang Budaya Kajian Sejarah Terpadu, Bagian II: Jaringan Asia," dalam PT. Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan Forum Jakarta-Paris dan Ecole Francaise d'Extreme Orient. Jakarta: Gramedia, 2005.

Luktiandi, Wildan, Isrina Siregar, dan Supian Ramli. "Peranan Sultan Hasanuddin Dalam Proses Islamisasi di Kesultanan Banten Tahun 1526-1570," dalam KRINOK| Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah, Vol.1 No.1 (2022): 73-84.

Miharja, Deni. "Sistem Kepercayaan Awal Masyarakat Sunda," dalam Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, Vol.10 No.1 (2015): 19-36.

Ngulwiyah, Istinganatul et al. "Perubahan Karakter Masyarakat Baduy dalam Menghadapi Era Modernisasi," dalam Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel), Vol. 8 No.2 (2022): 93-100.

Permana, R. Cecep Eka. "Kearifan lokal Masyarakat Baduy menghadapi perubahan sosial," makalah disampaikan dalam Forum Seminar Antarabangsa Bersama Universiti Kebangsaan Malaysia dan Universitas Indonesia (SEBUMI 3), 2010.

Permana, R. Cecep Eka. Kesetaraan Gender dalam Adat Inti Jagat Baduy. Jakarta: Wedatama Widya Sastra, 2001.

Ridho, Rasyid. “Duduk Perkara Penolakan Pembangunan Gereja di Cilegon Banten,†tayang di Kompas.com, https://regional.kompas.com/read/2022/09/08/192205178/duduk-perkara-penolakan-pembangunan-gereja-di-cilegon-banten?page=all, (diakses 10 Januari 2023).

Said, Hasani Ahmad. "Islam dan Budaya di Banten: menelisik tradisi debus dan maulid," dalam Kalam, Vol.10 No.1 (2016): 109-140.

Sauter, Gerhard. Protestant theology at the crossroads: How to face the crucial tasks for theology in the twenty-first century. Grand Rapids, Michigan: Wm. B. Eerdmans Publishing, 2007.

Solehah, Siti, Ujang Jamaludin, dan Dinar Sugiana Fitrayadi. "Nilai-Nilai Budaya pada Kesenian Debus" dalam Journal of Civic Education, Vol.5. No.2 (2022): 212-222.

Wahyudin, Wawan. “Mengurai Polemik Penolakan Pendirian Gereja di Cilegon,†tayang di situs Kementerian Agama Republik Indonesia, https://kemenag.go.id/read/mengurai-polemik-penolakan-pendirian-gereja-di-cilegon-doyyq, (diakses 10 Januari 2023).

Downloads

Published

2025-05-24

How to Cite

Lumintang, O., Bangun, G. Y. A., Andreas, N., & Saptono, W. N. (2025). Resistensi Urang Banten terhadap Agama Kristen: Sebuah Kajian Teologi Kontekstual. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 9(1), 34–49. Retrieved from https://www.stttorsina.ac.id/jurnal/index.php/epigraphe/article/view/491

Issue

Section

Articles